Rituaal: Ketika Rapat Dianggap Lebih Sakral daripada Hasilnya
Di banyak kantor, rapat bukan lagi alat untuk mengambil keputusan, melainkan upacara rutin yang wajib dihadiri lengkap dengan kopi, proyektor, dan kalimat “nanti kita bahas lagi”. Reportase satir BOS88 dari ruang rapat paling produktif (menggelar rapat).
Rituaal itu dimulai tepat pukul sembilan. Para peserta datang membawa laptop, sebagian membawa usul, dan hampir semuanya membawa kepasrahan. Agenda pertama selalu sama: menentukan agenda. Di titik inilah kami sadar bahwa rapat telah menjelma menjadi ritual modern — lengkap dengan mantra (“mohon izin menyampaikan”), sesajen (snack kotak), dan penutup sakral (“kesimpulan minggu depan kita finalisasi”). Liputan lengkapnya bisa dibaca di halaman artikel Rituaal.